Menghafal Al-Quran Ala GAZA _ by : Syaikh Dr.Said Thalhah Al Dahsyan
"Melahirkan Huffadz dari rumah"
SEBELUM MULAI MENGHAFAL AL-QURAN :
6 fase yang harus dilakukan bagi guru maupun muridnya :
- Ikhlas : luruskan niat yang tulus karena Allah. Bukan untuk riya, sum'ah, dan lain-lain.
- Untuk guru : Tidak tergesa-gesa, santai, slow, sabar dalam mengajarkan tahfizh Al-Quran.
- Untuk murid : Berkomitmen untuk meninggalkan dosa dan kemaksiatan. Akan sangat cepat mengganggu proses menghafal Alquran jika masih melakukan kemaksiatan sekecil apapun. Contoh : Imam Syafi'i
- Untuk Murid : memperbanyak doa yang sungguh-sungguh dan serius. Memohon betul-betul untuk dapat kemudahan dalam menghafal Al-Quran. Yaa Hayyu...Yaa Qoyyum...jadikan aku salah satu keluarga Allah.
- Untuk Guru : Memperhatikan kompetensi / kemampuan murid yang beragam. Kebijakan seorang guru dalam melihat perbedaan kemampuan muridnya.
- Untuk Guru : mengkhususkan waktu yang cukup / optimal untuk bimbingan tahfizhnya. Contoh : manajemen waktu yang baik, semua anak harus kebagian setoran hafalan.
- Menghafal dengan membaca Al-Quran secara mandiri. Ayat yang akan dihafal, sebelumnya dibaca secara berulang-ulang sebanyak-banyaknya. Membacanya juga harus sudah sesuai dengan hukum tajwidnya. Berikutnya, bisa dengan buka-tutup mushaf. Kita membaca berulang-ulang, lalu kita lafalkan dengan lantang. Jika terlupa dengan bagian ayat yang dihafal, kita dapat melihat mushaf lagi. Itu dinamakan metode buka-tutup mushaf. Jangan membatasi nominal pengulangan ayat yang kita hafalkan. Minimal 20x diulang, bisa 30, 40, 50 x, dan seterusnya hingga kita benar-benar hafal dengan lancar sesuai hukum tajwidnya.
- Talqin/Talaqqi langsung dari ustadz/syaikh/guru kepada muridnya secara face to face/individual. Untuk proses talqin kepada anak kecil yang belum bisa membaca Al-Quran, maka guru harus mencontohkan dengan benar kepada muridnya, lalu murid mengikuti bacaan guru baik itu bacaan, tajwid, dan iramanya. Untuk proses talqin kepada orang dewasa, Guru dapat mencontohkan kepada murid sambil murid tersebut membaca mushaf, lalu diikuti bacaan guru secara berulang-ulang dengan benar 100%, sehingga murid hafal dengan lancar tanpa melihat mushaf.
- Talqin Bashori/visualisasi talqin/ mind mapping. Seolah-olah otak kita adalah mesin scanner. Kita menghafal ayat-ayat Alquran dengan membayangkan posisinya di dalam Alquran. Sebelah kanan atau kiri, atas atau bawah, setelah surat apa, dan seterusnya. Ayat-ayat yang mirip kita cek dan perhatikan perbedaan sesuai urutannya, atau artinya, atau dari huruf-huruf hijaiyah yang dapat menjadi kata kunci kita dalam menghafal.
- Banyak mendengar. Teknik ini dapat dilakukan dengan bantuan berbagai media seperti MP3, CD, murottal Alquran, dan lain sebagainya. Sering-seringlah mendengar bacaan Al-quran terutama surat yang sedang kita hafal. Semakin sering mendengar semakin bagus dan semakin mudah kita menghafal. Pilih salah satu syaikh / pembaca Al-quran yang kita sukai. Dengan seringnya kita mendengar, maka irama bacaan yang kita lafazkan biasanya akan sama dari apa yang kita dengar.
- Ada sebuah kisah nyata yang terjadi di Mesir. Seorang kakek berusia 62 tahun yang menjadi salah satu pemenang dalam lomba tahfizh Al-quran 30 juz. Peserta yang lain kebanyak adalah anak-anak mudan dan remaja. Kakek ini tidak pernah belajar di pondok-pondok pesantren. Tidak juga belajar khusus dengan salah seorang syaikh. Tapi beliau bisa menang. Mengapa? sang kakek pun menceritakan alasannya. Beliau adalah seorang supir truk kontainer. Suatu hari, ia diberi hadiah oleh seseorang berupa satu set lengkap CD/kaset murottal 30 juz Al-quran. Selama perjalanan kemanapun dia pergi menjadi supir truk, dia selalu mendengarkan murottal Alquran tersebut. Tidak hanya mendengar, namun dia juga mengikuti bacaan murottal Al-Quran tersebut sambil menyetir. Dia dengarkan secara berurutan mulai dari juz 1,2, 3 dan seterusnya hingga juz 30. Setelah selesai kembali ke juz 1. Begitu seterusnya. Alhasil, selama 2 tahun kakek ini berhasil menghafal Al-Quran 30 juz melalui sering mendengarkan murottal Al-Quran tersebut. Subhanallah. Maha suci Allah yang telah memudahkan semua urusan.
- 6 SKILL DALAM MELAKUKAN TALQIN/TALAQQI :
- 1. Membaca/menyambungkan akhir ayat dengan satu kalimat pada ayat berikutnya. Contoh : pada surat Al-Qiyamah ayat 19 : " Tsumma inna 'alaynaa bayaanah. Kallaa bal " ini dibaca berulang-ulang dan pastikan bacaan benar sesuai tajwidnya. Ketika guru mentalqin, murid mengikuti ayat demi ayat secara tartil dan lancar.
- 2. Luruskan kesalahan murid secara langsung. Apabila murid melakukan kesalahan ketika meniru ayat yang sedang di talqinkan, maka tegur saat itu juga. Langsung beritahu dimana letak kesalahan murid, dan kita ulangi ayat yang di talqinkan, murid mengikuti bacaan guru berulang-ulang hingga benar sesuai tajwidnya.
- 3. Mengulang dari ayat 1. Misalnya kita mentalqinkan surat Al ikhlas ayat 1-4. Pada awalnya kita mentalqinkan ayat demi ayat hingga selesai. Setelah murid dapat mengikuti dengan benar dan lancar surat al-ikhlas ayat 1-4, makakita harus mengulangi bacaan surat tersebut mulai dari ayat 1 hingga akhir. Pastikan benar-benar murid dapat membacakan ayat secara lancar sesuai tajwid.
- 4. Talqin/talaqqi sesuai tajwid, makhroj, dan iramanya. Ketika kita mentalqin murid untuk menghafal ayat demi ayat, maka harus kita contohkan dengan benar sesuai hukum tajwid, makhorijul huruf, dan juga irama yang kita gunakan dalam melafazkan ayat Al-quran.
- 5. Tirukan irama, cepat atau lambat, dan lain-lain. Seorang murid yang sedang di talqin untuk menghafal, diminta meniru irama bacaan Al-quran dari syaikh/gurunya. Baik itu cepat atau lambat, murid mengikuti iramanya. Ini dimaksudkan agar bacaan murid bisa standar secara ilmu tajwid maupun iramanya.
- 6. Beri motivasi/apresiasi kepada siswa. Setiap siswa dapat menirukan ayat yang akan dihafal dengan baik seperti gurunya, berilah pujian seperti 'bagus', 'hebat', 'betul', dan lain-lain. Dapat juga dilakukan dengan bahasa tubuh seperti acungan jempol, dan lain sebagainya. Jangan tergesa-gesa setiap akan menambah hafalan yang baru. Pastikan dengan benar ayat yang baru dihafal dapat dikuasai dengan tartil berulang-ulang, baru boleh menambah hafalan yang baru.
- PROSES MENGHAFAL:
- 1. Menghafal 1 ayat dan tadabbur artinya
- 2. Ulangi ayat sebanyak 20x atau lebih
- 3. Baca dengan cepat tapi tetap bertajwid
- 4. Kaitkan satu ayat dengan satu kata pada ayat berikutnya.
- 5. Dibaca tanpa melihat mushaf.
- 6.Ulangi setiap ayat hingga satu halaman.
- 7. Baca 1 halaman baik melihat ataupun tidak melihat mushaf.
- 8. Jangan pedulikan waqof dulu, abaikan sementara ketika proses menghafal. Tirukan 100% bacaan guru /syaikh.
- 9. Sempurnakan hingga akhir ayat. Dipenggal-penggal boleh hingga akhir ayat, baru dibaca 1 ayat penuh.
- SETELAH MENGHAFAL : WHAT NEXT?
- 1. Bergumam/bersenandung ayat-ayat Al-quran yang telah kita hafal, dalam berbagai situasi dan kondisi.
- 2. Bantuan dengan media apapun. Cari surat yang sedang dihafal, dengarkan dan ikuti sampai 5x, 10x, 20x, sampai kita mengikutinya secara spontan.
- 3. Digunakan/ dilafalkan ketika kita sholat, khususnya sholat-sholat sunnah.
- 4. Atur waktu setiap hari untuk menghafal. Contoh : Dalam satu pekan ada 7 hari. Senin-Sabtu khusus untuk menghafal, Minggu khusus untuk murojaah/mengulang-ulang hafalan.
- 5. Menetapkan hari khusus untuk murojaah selama sehari penuh sesuai kuantitas hafalan yang dimiliki. Contoh : Jika telah hafal juz 30 dan ingin memulai menghafal juz 29, maka dalam 1 hari ada pembagian waktu untuk menambah hafalan dan murojaah. Jadi, misalnya di hari senin menghafal surat Al-Mulk halaman pertama + murojaah surat An-naba dari juz 30. Selasa, menghafal Al-Mulk halaman kedua +murojaah surat An-Naziat. Rabu, menghafal Al-Mulk setengah halaman ketiga+ murojaah surat Abasa. Begitu seterusnya hingga kita selesai menghafal seluruh juz 29 dan murojaah juz 30 hingga An-Naas. Dengan seperti itu, insya Allah hafalan kita senantiasa lebih terjaga.
- 6. Buat peta/mapping hafalan ayat-ayat yang mirip dengan kata kunci yang bisa kita buat sendiri.
- 7. Sabar dan istiqomah, hafalkan terus walau tidak hafal-hafal. Janji Allah swt itubenar adanya, bahwa DIA akan memudahkan hamba-Nya yang bersungguh-sungguh menghafal Al-Quran.
- - SELAMAT MENGHAFAL AL-QURAN-
- -RAIH RIDHO ALLAH-
- -JADILAH AHLULLAH/KELUARGA ALLAH-
- -AJAK SELURUH KELUARGAMU UNTUK MENGHAFAL AL-QURAN-
- #SELFREMIDER
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus