Ia bernama ‘I B U’
Dunia seakan gelap gulita. Lutut gemetar. Badan lemas. Dada bergemuruh. Air mata tertahan. Mulut tercekat. Speechless. “Anak ibu harus di rawat. Ini diare dan dehidrasi, harus cepat diatasi” Dokter UGD rumah sakit berkata tegas. “Iya.” Hanya satu kata itu yang mampu terucap dari bibirku. Syamilah, bidadari kecilku yang baru berusia 10 bulan itu harus merasakan sakitnya jarum suntik, infus, dan terlihat sangat lemah tak berdaya. Air mataku meleleh. Tak tahan rasanya melihat Syamilah dengan kondisi seperti itu. Rasa menyesal dan bersalah tiba-tiba menyergap. Istighfar ribuan kali rasanya masih belum cukup membayar semua kesalahanku. Iya, Ini salahku. Aku memberikan syamilah air kencur sebagai ikhtiar dari batuk yang dideritanya beberapa hari lalu. Ternyata pencernaan Syamilah tidak kuat dan akhirya diare dan dehidrasi. Ya Allah….pindahkan. Pindahkan penyakit Syamilah padaku. Biar aku saja yang sakit. Jangan Syamilah. Ku mohon ya Allah…aku penyebab semua ini. Tukarkan kesehatanku de...