” Liburan! Jadikan Anak Anda Lebih Percaya Diri ”
”Libur tlah tiba, libur tlah tiba, hore...hore...hore..., simpanlah tas dan
bukumu, lupakan keluh kesahmu..., libur tlah tiba, hatiku gembira .......”
Masih ingat
dengan salah satu bait lagu dari Tasya diatas? Yap, itu adalah
bagian dari lagu ”Libur Telah Tiba” yang dipopulerkan oleh penyanyi cilik
Tasya, belasan tahun silam. Namun gaung lagu tersebut masih sangat melekat
dalam benak kita, khususnya jika menjelang liburan sekolah. Saatnya, dewasa ini
banyak di setiap sekolah di Indonesia telah memasuki tahap akhir dalam proses
pembelajaran.
Ada masa
yang selalu dinantikan oleh setiap anak, apalagi kalau bukan liburan sekolah.
Merencanakan liburan memang sangat mengasyikkan. Terlebih lagi jika liburan
kali ini akan dilalui bersama seluruh anggota keluarga. Wah, tentunya tidak ada
yang ingin melewatkan begitu saja. Coba saja kita tengok dan tanyakan kepada
anak-anak kita. Mereka pasti selalu bersemangat jika membicarakan liburan
sekolah. Bagi mereka, inilah saatnya bersenang-senang.
Saya teringat
kembali saat berusia Sekolah Dasar dulu. Liburan sekolah
adalah salah satu moment berharga yang selalu kunantikan. Liburan
sekolahku saat itu memang belum banyak pilihan, tetapi tetap kurindukan. Ku isi
liburanku dengan bermain bersama dengan teman-teman, dan belajar membuat kue
dengan ibuku tercinta. Semuanya terasa sangat menyenangkan. Sepertinya tak jauh
berbeda dengan kondisi anak pada zaman sekarang. Yang namanya liburan sekolah
pasti selalu ditunggu-tunggu. Wajar saja, Setelah mengikuti berbagai proses
pembelajaran, dibebani dengan Pekerjaan Rumah (PR), ulangan umum, dan lain
sebagainya, setelah memperoleh hasilnya, saatnya kita rehat sejenak.
Sebagai
orangtua yang baik, tentu moment liburan ini akan dimanfaatkan seoptimal
mungkin. Ayah yang mungkin jarang sekali bertemu dan berkumpul dengan anak-anak
karena sibuk dengan pekerjaannya. Ibu yang selalu bosan dengan pekerjaan rumah
tangga yang tiada habisnya. Ditambah anak-anak yang ’lelah’ beraktivitas di
sekolahnya masing-masing. Apa yang sudah anda rencanakan? Sudahkah anda memilih
tempat berlibur yang tepat untuk keluarga tercinta? Atau anda lebih memilih
untuk berlibur di rumah sambil bersantai-santai? Liburan yang baik adalah
liburan yang memiliki nilai manfaat yang tinggi bagi keluarga. Jika selama ini
anda berlibur ke tempat-tempat rekreasi, berkunjung ke sanak keluarga di luar
kota, atau hanya jalan-jalan ke mall dan pusat-pusat perbelanjaan, saatnya
merubah gaya berlibur anda.
Liburan hendaknya
tidak saja sekedar hiburan dan melepas kepenatan saja, tetapi liburan juga
dapat dijadikan sebagai waktu yang tepat untuk menjadikan anak anda lebih
percaya diri alias PD. Nah, apa sih percaya diri itu? Anita Lie dalam bukunya ”101
cara menumbuhkan percaya diri anak” mengungkapkan bahwa percaya diri
berarti yakin akan kemampuannya untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dan
masalah. Ciri – ciri perilaku anak yang percaya diri antara lain; yakin kepada
diri sendiri, tidak bergantung kepada orang lain, tidak ragu-ragu, merasa diri
berharga, tidak menyombongkan diri, dan memiliki keberanian untuk bertindak.
Keenam ciri ini dapat kita tumbuhkan pada anak disaat liburan sekolah.
Kemudian, ada
dua faktor utama yang turut mempengaruhi perilaku anak-anak kita, yaitu faktor
internal dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan kumpulan dari
unsur kepribadian yang secara simultan mempengaruhi perilaku manusia, yaitu
Insting biologis seperti lapar, kebutuhan psikologis seperti kebutuhan akan
rasa aman, dan kebutuhan pemikiran, seperti pengetahuan dan agama yang
mempengaruhi cara berperilakunya. Salah satu faktor eksternal yang akan saya
tekankan di sini adalah lingkungan keluarga. Nilai yang berkembang dalam
keluarga, serta kecenderungan umum dan pola sikap kedua orangtua terhadap anak
akan sangat mempengaruhi perilaku anak dalam semua tahapan pertumbuhannya.
Orangtua yang bersikap
demokratis dan menghargai anaknya secara baik akan mendorong anak itu bersikap
hormat pada orang lain. Sebaliknya, sikap otoritatif yang berlebihan akan
menyebabkan anak menjadi minder dan tidak percaya diri (M. Anis Matta, 2002).
Kembali tentang
liburan sekolah. Bagaimana caranya menumbuhkan rasa percaya diri anak?
Tentunya butuh kerjasama yang baik antara seluruh anggota keluarga. Mulailah
dari diri anda sebagai orangtua, khususnya bagi anda yang memiliki anak usia
Sekolah Dasar (6-12 tahun). Menurut Erikson, usia Sekolah Dasar ini merupakan
tahapan pertentangan antara dorongan untuk membuktikan kemampuan diri dan
kejatuhan dalam rasa minder. Pada masa ini
pula, anak mudah mengalami kebosanan dan kejenuhannya. (Anita Lie, 2003).
Ketika orangtua memahami akan hal ini, maka kesempatan sekecil apapun jangan
pernah terlewati, salah satunya adalah saat liburan sekolah.
Ada tiga tips sederhana
yang dapat anda lakukan untuk menjadikan anak anda lebih Percaya Diri alias PD
(Anita Lie, 2003). Pertama, Libatkan anak dalam perencanaan
liburan keluarga yang lebih kompleks dan menantang. Tujuannya adalah agar anak
merasa berharga dan berguna. Caranya dapat disesuaikan dengan kondisi keluarga
anda masing-masing. Misalnya, membuat kesepakatan mengenai acara liburan. Bahas
berbagai hal seputar acara liburan tersebut, seperti transportasi, akomodasi,
makanan, dan lain-lain. Jika anda memakai kendaraan sendiri, siapkan peta.
Pelajari peta tersebut bersama-sama dengan anak dan rencanakan rutenya
bersama-sama. Jika Anda memakai transportasi umum, libatkan anak dalam
pemilihan sarana dan pemesanannya. Tunjukkan pula alternatif jadwal, harga, dan
sebagainya. Anda juga dapat menyiapkan jurnal perjalanan untuk anak. Selama
perjalanan, beri tugas kepada anak Anda untuk mencatat berbagai kejadian
menarik dan kesan-kesannya di jurnal tersebut. Anak juga dapat menempelkan
berbagai kenangan (misalnya karcis masuk, foto, kartu pos, dan sebagainya).
Kedua, Beri kesempatan anak untuk
berhadapan dengan orang lain tanpa anda. Sebagai orangtua, tentu memahami bahwa
kita tidak dapat hidup sendiri. Oleh karena itu kita perlu membimbing dan
menuntun anak kita agar suatu saat dia bisa hidup berinteraksi dengan orang
lain di dunia yang luas ini. Caranya, ketika Anda dan anak sedang berada di
tempat umum, beri kesempatan kepada anak anda untuk berani bertanya, berbicara,
dan melakukan interaksi dengan orang lain. Jangan langsung menyuruhnya apalagi
memaksakan kehendak Anda. Untuk pertama kalinya, katakan, ” Adi, nanti kamu
lihat bagaimana Ibu membeli karcis, ya. Lain kali Ibu akan meminta kamu yang
melakukannya.” Pada kesempatan berikutnya, minta dia yang melakukan. Pada saat
dia melakukan interaksi ini, berdirilah dibelakangnya dan pegang pundaknya.
Jika dia sudah lebih berani, pada kesempatan berikutnya lagi, amati dia dari
tempat yang agak jauh.
Ketiga, Siapkan anak anda untuk berbagai
situasi darurat. Ajarkan kepada anak Anda apa yang
mesti dia lakukan jika dia sampai terpisah dari orangtua di tempat umum.
Misalnya hilang di pusat perbelanjaan, stasiun,dan sebagainya. Anak mesti tetap
tenang dan menghampiri petugas yang memakai seragam. Ajarkan dia untuk
mengatakan kesulitannya. Minta dia menyebutkan namanya dan nama orangtua. Suruh
anak untuk menghafalkan nomor telpon dan alamat rumah. Ajari juga untuk tidak
bicara dengan sembarangan orang dan gampang percaya pada orang yang tidak
dikenal ataupun yang sudah dikenal. Ajari anak untuk mengamati situasi dan
berusaha mengenali. Dari uraian diatas dapat ditegaskan kembali bahwa liburan
sekolah kali ini jangan sampai terlewat begitu saja. Jangan sampai anak-anak
kita hanya mendapat liburan untuk kesenangan semata, tanpa ada hal yang di
tingkatkan dari karakter dan kepribadian mereka. Tulisan ini saya persembahkan
bagi orangtua di seluruh Indonesia. Jadikan liburan sekolah kali ini menjadi moment
besar dalam kehidupan anak-anak kita. Dan jadikan mereka lebih percaya
diri.
Selamat berlibur!!
Komentar
Posting Komentar