GURU SMART ITU SELALU BAHAGIA
Anda seorang guru? Apakah anda bahagia? Telah merasakan bahagianya
menjadi seorang guru? Atau karena ingin bahagia anda menjadi seorang guru? Mari
kita renungkan bersama. Dalam kamus bahasa Indonesia, bahagia artinya keadaan
atau perasaan senang dan tenteram (bebas dari segala yang menyusahkan).
Ukim komarudin dan Aris Ahmad Jaya dalam bukunya Endhorphine
Teacher menyatakan bahwa, “Hanya orang bahagia yang bisa berbagi kebahagiaan.
Dan untuk menjadi bahagia dimana pun, kapan pun dan dalam kondisi apa pun
rahasianya adalah mampu berbagi, mampu berkontribusi dan mampu menjadi
inspirasi dalam kehidupan. Anda dan saya dikenang karena mampu memberi bukan
karena menerima.”
Sebagai seorang guru, sudah sepantasnya kita menjadi teladan.
Bagaimana mungkin peserta didik bisa belajar dengan bahagia jika gurunya tidak
bahagia. Guru hadir ke sekolah dengan senang, guru mengajar di hadapan
anak-anak dengan perasaan tenteram, tanpa ada satu hal pun yang menyusahkan.
Dari penjelasan diatas, mari kita tanamkan bersama rasa bahagia. Bagaimana
caranya? Berbagi. Apapun yang kita miliki, berbagilah. Jika kita memiliki
keluangan harta, berbagilah dengan harta. Jika kita memiliki ilmu yang bermanfaat
bagi orang banyak, berbagilah. Ajarkan teman sejawat. Kumpulkan tetangga dan
berikan ilmu tersebut kepada mereka. Bahkan jika hanya sekedar senyum manis dan
salam dengan saudara, berbagilah. Setelah berbagi, tanyalah pada diri anda. Apa
yang anda rasakan? Biasanya hati akan menjadi lebih tenang, lebih tentram, dan
itulah salah satu indikator bahwa anda bahagia.
Guru juga harus selalu bahagia. Apakah bisa? Ternyata ada rumusnya.
Dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh dan dilakukan dengan kontinyu pasti bisa.
Selalu bahagia disini merupakan singkatan kata dari Senantiasa sholat lima
waktu tepat pada waktunya; Lakukan hal yang bermanfaat bagi orang lain;
Luangkan waktu untuk membaca buku; Bagikan ilmu sekecil apapun yang dimiliki;
Hangat dalam bersosialisasi; Giat dalam bekerja; Allah swt selalu dalam
ingatannya. Lalu, mengapa kita harus melakukan rumus ‘selalu bahagia’ ini?
Berikut penjelasannya.
1. Senantiasa
sholat lima waktu tepat pada waktunya
Sholat adalah tiangnya agama. Maka seorang muslim yang senantiasa
melaksanakan sholat wajib lima waktu berarti telah menegakkan agamanya. Dapat
terlihat di masjid-masjid terdekat di lingkungan kita. Dari lima waktu sholat
yang diwajibkan Allah swt, sholat apa yang paling ramai dan paling sepi
didatangi jamaahnya? Dan mengapa demikian? Sholat maghrib lebih ramai daripada
sholat subuh. Tentu banyak alasan di dalamnya. Banyak diantara kita yang masih
terlelap, mendengkur, dan terbuai oleh mimpi. Padahal Rasulullah saw telah
mengingatkan kita semua tentang berbagai keutamaan sholat tepat pada waktunya,
diataranya adalah sebagai berikut :
a) Shalat tepat waktu dicintai Allah melebihi
berbakti pada orangtua dan berjihad.
"Amalan
yang paling dicintai oleh Allah adalah Shalat pada waktunya, Berbakti kepada
kedua orang tua, dan Jihad di jalan Allah.” (HR Bukhari & Muslim).
b) Allah swt menjanjikan surga.
Diriwayatkan
oleh Abu Daud dari Abu Qatadah bin Rib’iy mengabarkan kepadanya bahwa
Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Allah Ta’ala berfirman:
" ‘Sesungguhnya Aku mewajibkan umatmu shalat lima waktu, dan Aku berjanji
bahwa barangsiapa yang menjaga waktu-waktunya pasti Aku akan memasukkannya ke
dalam surga, dan barangsiapa yang tidak menjaganya maka dia tidak mendapatkan
apa yang aku janjikan".
c) Bergugurnya dosa-dosa
“Sesungguhnya seorang hamba yang muslim,
jika menunaikan shalat dengan ikhlas karena Allah, maka dosa-dosanya akan
berguguran seperti gugurnya daun-daun ini dari pohonnya” (HR. Ahmad).
Dari beberapa keutamaan diatas,
alangkah ruginya jika kita tidak menjadi salah satu yang mendapatkan keutamaan
tersebut. Maka, marilah kita mulai sejak saat ini untuk berjanji dan berusaha
sepenuh hati untuk senantiasa sholat lima waktu tepat pada waktunya.
2. Lakukan
hal yang bermanfaat bagi orang lain
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
خَيْرُ الناسِ
أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ
“Sebaik Baik Manusia Adalah Yang Paling
Bermanfaat Bagi Orang Lain” (HR. Ahmad,
Thabrani, Daruqutni. Dishahihkan Al Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah).
Allah Jalla wa ‘Alaa berfirman:
إِنْ
أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ
“Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya
kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri” (QS. Al-Isra:7).
Allah
swt dan Rasulullah akan memuliakan orang-orang yang melakukan hal yang bermanfaat
bagi orang lain. Menobatkan mereka menjadi orang-orang baik. Bukan hanya di
mata manusia, tapi di hadapan Alah swt. Dan tidak ada kerugian sedikitpun
ketika kita melakukan hal yang bermanfaat karena akan kembali kepada diri kita
sendiri. Maka, mulai detik ini juga, mari berbagilah. Berbagi ilmu, berbagi
harta, berbagi tenaga/keahlian, ataupun berbagi dengan sikap kita yang terbaik.
Tunjukkan bahwa inilah kepribadian muslim yang sebenarnya. Viralkan agar
seluruh dunia mengerti bagaimana muslim itu adalah orang-orang yang baik.
3. Luangkan
waktu untuk membaca buku
Buku adalah jendela dunia. Dengan membaca berbagai jenis buku, kita
menjadi paham dan mengerti dunia ini beserta isi dan hiruk pikuknya. Membaca
buku juga memiliki banyak manfaat positif bagi tubuh dan otak kita, setidaknya
ada 15 diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Dapat
Menstimulasi Mental
2. Dapat
Mengurangi Stress
3.
Menambah Wawasan dan Pengetahuan
4. Dapat
Menambah Kosakata
5. Dapat
Meningkatkan Kualitas Memori
6.
Melatih Ketrampilan untuk Berfikir dan Menganalisa
7. Dapat
Meningkatkan Fokus dan Konsentrasi
8.
Melatih untuk Dapat Menulis Dengan Baik
9. Dapat
Memperluas Pemikiran Seseorang
10.
Dapat Meningkatkan Hubungan Sosial
11. Dapat Membantu Mencegah Penurunan Fungsi
Kognitif
12. Dapat Meningkatkan Empati Seseorang
13. Dapat Mendorong Tujuan Hidup Seseorang
14. Dapat Membantu Kita untuk Terhubung Dengan
Dunia Luar
15. Dapat Lebih Berhemat
Dengan
manfaat yang luar biasa tersebut, mari kita mulai canangkan gerakan membaca
buku setiap hari. Buat jadwal, pada jam berapa saja kita akan membaca buku.
Buatlah daftar buku apa saja yang menarik dan bermanfaat bagi kita. Buku tidak
harus membeli. Perpustakaan banyak tersebar di lingkungan terdekat kita. Bagi
seorang guru, kita dapat memanfaatkan perpustakaan sekolah kita dengan optimal.
Dengan demikian, kita menjadikan membaca buku ini suatu kebiasaan yang baik
yang nantinya akan menular kepada anak cucu kita. Insya Allah.
4. Bagikan
sekecil apapun ilmu yang dimiliki
“Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan
keutamaanku atas seorang yang paling rendah di antara kalian. Sesungguhnya
penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan,
semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.”
(HR. At Tirmidzi)
“Sesungguhnya, orang yang
mengajarkan kebaikan kepada orang lain,
maka setiap hewan yang melata akan
memohonkan ampun baginya,
termasuk ikan paus di lautan.” —
Abdullah bin Abbas —
Maha suci Allah yang telah memuliakan orang-orang yang
telah berbagi ilmu dan kebaikan. Bahkan sampai binatang ikut bersholawat dan
memohonkan ampun bagi mereka. Sekecil apapun ilmu yang kita miliki, ketika itu
memiliki nilai manfaat, maka bagikanlah. Kita sebagai seorang guru, peluang itu
amatlah besar di hadapan kita. Setiap hari kita berbagi ilmu, berbagi kebaikan,
maka bahagialah menjadi guru. Ketika satu saja peserta didik menjalankan
kebaikan yang kita ajarkan, pahala mengalir terus tiada henti. Bagaimana jika
10 anak, 100 anak? Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Subhanallah.
5. Hangat
dalam bersosialisasi
Setiap orang tentu menginginkan bisa bertemu dengan orang-orang
baik, orang-orang yang hangat dalam bersosialisasi, bukan orang yang kasar,
pemarah, ketus, ataupun berakhlak buruk lainnya. Ketika kita ingin agar orang
lain tersenyum pada kita, maka mulailah tersenyum jika bertemu orang lain.
Berikan kesan pertama yang baik saat bertemu dengan orang lain. Dan dengan
tersenyum dan menyapa, anda sudah melakukannya.
Tunjukkan bahasa
tubuhmu. Pastikan bahasa tubuh selalu berbicara. Arah tubuh harus mengarah ke
lawan bicara. Ini pertanda bahwa kamu siap dengan percakapan dan ingin
berinteraksi.
Jangan gugup. Jika
mereka bicara denganmu, maka bersikap sopanlah, dan tatap mereka. Jika tidak,
kamu seperti mengacuhkannya. Kamu tidak bermaksud seperti ini bukan? Maka jangan
lakukan hal itu.
Jadilah
pendengar yang baik. Kamu bisa memiliki percakapan tanpa perlu membicarakan tentang
dirimu. Semuanya mengenai mendengarkan, menanyakan pertanyaan yang tepat, dan
terlihat tertarik dengan lawan bicaramu.
Pelajari nama. Karena orang sangat suka mendengarnya. Coba
bandingkan. Ketika kita mendengar, “ Apa kabar?” atau “ Apa kabar, Bu Ana?”
mana yang lebih kita sukai? Tentu jika nama kita disebut. Rasanya lebih
personal. Hal ini akan membatumu untuk mengingat mereka juga.
Bacalah orang lain. Ketika kita
bertemu dengan seseorang. Coba perhatikan bahasa tubuhnya. Apakah lelah?
Curiga? Menghadap pintu? Ekspresi wajahnya?. Lalu, apa yang kamu sukai dari
pakaian mereka? Jam tangan? Sepatu yang
bagus? Headphone? Gunakan hal-hal tersebut sebagai keuntunganmu dan
mulailah menyapa dan berbicara.
Berpakaian
untuk acara. Hal ini merupakan hal terakhir karena penting, namun bukan yang utama. Jika kamu bertemu dengan
orang asing saat pertama kali, sebaiknya berpakaianlah yang cocok. Tidak harus
benar-benar necis, namun layak saja. Apapun artinya untukmu.
6. Giat
dalam bekerja
Kerja keras
sangat banyak memiliki keutamaan dalam syariat agama Islam Bekerja keras sangat
penting untuk dilakukan oleh setiap muslim dan muslimah. Di antara alasan
pentingnya bekerja keras adalah hal-hal sebagai berikut.
Menunjukkan
telah mengoptimalkan potensi dirinya. Manusia telah dikaruniai akal, rasa, dan
karsa sehingga wajib menjaga harkat dan martabat dirinya. Seseorang dapat
mengubah nasib dirinya agar menjadi lebih baik. Dalam Al-Qur’an dijelaskan
bahwa Allah tak akan mengubah nasib suatu kaum hingga kaum itu sendiri yang
mengubahnya.
Menunjukkan
sikap tanggung jawab dengan memenuhi kebutuhan dirinya sendiri. Dapat hidup
mandiri sehingga tidak menjadi beban orang lain. Turut serta dalam memajukan
lingkungan sekitar dan negara.
Menunjukkan
persiapan agar dapat menggapai kesuksesan pada hari esok. Pekerja keras selalu
melaksanakan perencanaan dan usaha keras dalam hidupnya. Meskipun hasilnya
tidak dapat dia petik langsung, tetap dapat dimanfaatkan untuk generasi sesudahnya.
Anjuran bekerja keras untuk mengubah nasib diri manusia dapat ditemukan dalam
ayat Al-Qur’an yang berbunyi sebagai berikut. “Sesungguhnya Allah tak akan
mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri..”
(Q.S. ar-Ra‘d : 11)
7.
Allah swt selalu dalam ingatannya.
Bagaimana
agar Allah swt selalu dalam ingatan kita? Salah satu caranya adalah dengan
memahami keutamaan dan manfaat dari dzikrulloh itu sendiri. Berikut
dalilnya.
“Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan
menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.(42)- Dan bertasbihlah
kepada-Nya di waktu pagi dan petang.(43)- Dialah yang memberi rahmat kepadamu
dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu
dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang
kepada orang-orang yang beriman. (Al Ahzab 41-43)
Dalam hadist Qudsi yang diriwayatkan oleh Syaikhani dan
Turmidzi dari Abu Huraira ra Allah mengatakan :
“ Aku sesuai dengan dugaan hamba-Ku kepada-Ku. Jika ia ingat
kepadaKu didalam hatinya, Akupun ingat pula kepadanya didalam hatiKu. Dan jika
ia ingat kepadaKu dilingkungan khalayak ramai, niscaya Akupun ingat
kepadanya didalam lingkungan khalayak ramai yang lebih baik. Dan jika ia
mendekat padaKu sejengkal,Akupun mendekat pula padanya sehasta. Jika ia
mendekat padaKu sehasta, niscaya Aku mendekat padanya sedepa. Dan jika dia
datang padaKu dengan berjalan, maka Aku mendatanginya sambil berlari “
Manfaat nyata dari Dzikrullah:
Selalu mengingat
Allah swt dalam setiap kondisi ternyata memiliki manfaat yang nyata,
diantaranya sebagai berikut :
1.
Mendapat
ketenangan hati dan bebas dari perasaan jengkel,kecewa, sedih, duka, dendam dan
stress berkepanjangan ( Ar Raad 28).
2.
Dikeluarkan
Allah dari kegelapan (hidup yang penuh kesukaran,
kesempitan,kepanikan, kekalutan ,kehinaaan dan serba kekurangan
) kepada cahaya yang terang benderang ( hidup
bahagia,nyaman, aman, mulia, sejahtera dan berkecukupan). (Al Ahzab 43).
3.
Terpelihara
dan terhindar dari melakukan perbuatan keji dan mungkar (Al Ankabut 45).
4.
Terpelihara
dari kelicikan dari tipu daya syetan yang menyesatkan (An Nahl 99).
5.
Selalu
mendapat jalan keluar dari berbagai kesulitan yang datang menghadang dan
mendapat rezeki dari tempat yang tidak pernah diduga, serta selalu dicukupkan
semua kebutuhan hidupnya ( At Thalaq 2-3).
Masih banyak lagi manfaat mengingat Allah swt yang dapat kita
rasakan setiap
hari. Dengan
berbagai keutamaan dan manfaat nyata dzikrullah, sudah sewajarnya kita sebagai
seorang guru melaksanakan dzikrullah ini setiap saat. Bisa dilakukan saat kita
mengajar, saat memeriksa pekerjaan/ ulangan harian siswa, atau saat istirahat
bersama anak-anak. Rasakanlah bahwa Allah swt itu amatlah dekat. Apalagi saat
kita beribadah. Sholat, tilawah al-quran, dzikir al-matsurat, mengucap
kalimat-kalimat thoyyibah, sambil kita mendoakan anak-anak kita agar selalu
diberi kemudahan dalam menuntut ilmu. Niscaya energi positif itu akan mengalir
kepada anak didik kita. Dengan izin Allah, semua urusan kita akan dimudahkan
oleh Allah swt.
Sekolah Islam Terpadu Nurul Fikri
memiliki slogan SMART. Sholeh, Mushlih, Cerdas, Mandiri, Terampil. Pemaparan
ketujuh poin diatas merupakan aplikasi seorang guru yang sesuai dengan slogan tersebut.
Sholeh berarti guru tersebut senantiasa sholat lima waktu tepat pada waktunya,
dan Allah swt selalu dalam ingatannya. Mushlih berarti guru tersebut melakukan
hal yang bermanfaat bagi orang lain, membagikan sekecil apapun ilmu yang
dimilikinya. Cerdas artinya guru tersebut selalu meningkatkan kualitas dirinya
dengan meluangkan waktu untuk membaca buku. Mandiri berarti guru tersebut
selalu hangat dalam bersosialisasi, tidak bergantung kepada orang lain atau
sekedar followers. Terampil artinya guru tersebut giat dalam bekerja. Dari
pemaparan diatas, marilah kita sama-sama menjadi seorang guru yang “SeLalu
BaHaGiA.” Agar peserta didik kita bahagia, agar pendidikan di Indonesia semakin
mempesona, dan agar Allah ta’ala ridho atas ikhtiar dan semangat kita. Guru
SMART itu SeLaLu BaHaGiA.
Referensi :
Komarudin, Ukim., dan Aris Ahmad Jaya. 2015. Endorphine Teacher.
Jakarta : Luxima
Sulaiman Abdurrahim.2011. Agar
Para Malaikat Berdoa Untukmu. Arkanleema.
http://www.ummi-online.com/keutamaan-shalat-tepat-waktu-yang-perlu-diketahui.html
Cara Bersosialisasi
https://manfaat.co.id/manfaat-membaca-buku
https://kbbi.web.id/bahagia
Komentar
Posting Komentar