Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

ENAM MUTIARA GURU ZAMAN NOW

Oleh : Siti Nurhasanah, S.Pd.I          I. Pendahuluan “Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya karena mereka hidup bukan di zamanmu.” (Ali Bin Abi Thalib)              Perkataan dari Ali Bin Abi Thalib ra diatas merupakan pengingat bagi kita semua sebagai guru, pendidik dan orangtua. Ketika kita mendidik anak-anak saat ini hendaknya sesuai dengan kondisi ‘zaman now’, ‘kekinian’, ‘ up to date’ , bukan seperti zaman kita dulu ketika kita dididik oleh orangtua kita. Mengapa? Jelas berbeda 20 tahun yang lalu dengan kondisi saat ini. Beda zaman, tentu akan berbeda tantangannya. Jelas akan berbeda pula strategi mendidik anak.             Ada 6 mutiara yang perlu dikumpulkan dan dijadikan pedoman untuk menjadi guru ‘zaman now’ . ‘ ZAmAn NOW ’ disini merupakan singkatan dari 6 mutiara tersebut, yaitu Z ikrullah sebagai amal uta...

RESENSI NOVEL - RINDU by TERE LIYE

Gambar
picture link : https://id.carousell.com/p/novel-rindu-tere-liye-145216615/   Oleh : Siti Nurhasanah Judul resensi                          : Menata hati melalui lima kisah yang menginspirasi Identitas buku A.     Judul Buku                         : Rindu B.      Penulis                                : Darwis Tere Liye C.      Editor                                 : Andriya...

SAMTIK dan DALANG

Gambar
Sumber gambar www.fatinia.com Oleh : Siti Nurhasanah   (BULAN BAHASA SIT NURUL FIKRI 2018)     BYURRR...! blub..blub..blub..blub. Puluhan bahkan ratusan sampah plastik itu terjun ke laut. “Hei! apa- apaan ini? Kenapa aku diceburkan disini, hah?! Aduh...aku sulit bernapas, badanku basah semua, kotor, bau lagi.” Botik si Botol Platik terus protes atas keberadaan dirinya. “Ah..kau Botik. Percuma kau protes berteriak- teriak begitu. Mana ada manusia yang mau mendengarkan kau? Sudahlah, kita pasrah saja. Memang jelek sekali nasib kita ini, hiks.” Watik si Wadah Palstik mencoba menenangkan, walau raut wajahnya pun amat sedih dan tidak menerima kondisinya yang diceburkan ke pinggiran laut Indonesia.             “Aduh..duh..duh..bagaimana ini? Tubuhku basah semua. Dan, ish ..bau busuk apa ini? Rasanya mual dan mau muntah. Ueek... Katik si kantong plastik mulai mengeluh tiada henti. “Aku bisa hany...