BERJIHAD dengan PENA - for publikasi literasi

Oleh : Siti Nurhasanah


Ali bin Abi Thalib ra yang mendapatkan gelar “Babul Ilmi” berpesan, “ Ikatlah ilmu dengan kitab (yaitu, dengan menulisnya)”.
Pesan Ali bin Abi Thalib diatas semoga menjadi tambahan motivasi dan inspirasi. Imam syafi’i yang merawikan ribuan hadits saja masih selalu mencatat ketika mendapatkan ilmu yang baru. Beliau berpesan,
“ Ilmu adalah hewan buruan, dan menulis itu adalah ikatannya. Ikatlah buruan kamu dengan tali yang kuat-yakni menulisnya-.”
Allah swt yang maha memberi motivasi juga telah mengingatkan kita semua dalam Qs. Yasin : 12,
“ Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan.”
Maka yang dicatat oleh Allah swt adalah amalan seorang hamba dan bekas dari amalannya. Atsar dari amalan seseorang ada pada saat dia hidup maupun setelah kematiannya. Oleh karena itu pahala para ulama yang telah meninggalkan dan mewariskan ilmu dari karya tulis mereka senantiasa mengalir kepada mereka selama manusia mengambil manfaat dari kitab dan tulisan mereka.
Mari kita renungkan kembali firman Allah swt dalam Qs. Al-Qolam ayat 1, “Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis.” Allah swt bersumpah dengan dua hal, yakni kalam/pena dan apa yang ditulis. Ayat tersebut mendorong manusia untuk belajar menulis yang memiliki kaitan dengan wahyu pertama pada surat Al-Alaq yang mendorong manusia belajar membaca dan menulis.
Definisi kata jihad menurut KBBI adalah : (1) usaha dengan segala daya upaya untuk mencapai kebaikan; (2) usaha sungguh-sungguh membela agama islam dengan mengorbankan harta benda, jiwa, dan raga; (3) perang suci melawan orang kafir untuk mempertahankan agama islam.
Dengan pengertian jihad diatas dapat kita simpulkan bahwa jihad bukan berarti hanya perang. Berjihad dengan pena dapat kita artikan bahwa kita berusaha dengan segala daya upaya untuk mencapai kebaikan melalui tulisan. Nah, berjihad dengan PENA yuk! Berikut penjelasannya.
1)   Pastikan anda terbiasa menulis
Bisa karena biasa. Pepatah ini sangat populer dan bisa digunakan saat kita merasa tidak bisa melakukan sesuatu. Yap! Salah satunya kebiasaan menulis. Puluhan tahun silam, ketika sedang booming nya buku Diary, semua orang berlomba-lomba membeli buku Diary. Mencoba-coba menuliskan segala isi hati. Biasanya dituliskan ketika menjelang tidur, esok harinya perasaan sudah terasa lebih lega dan siap beraktifitas kembali (pengalaman banget, hehe). Nah, hal itu cikal bakal bagus untuk kita agar terbiasa menulis. Tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baik. Bisa dimulai dengan anda memiliki satu buku Diary seperti dahulu anda pernah melakukannya. Walau hanya satu kata setiap hari, lanjutkan dengan satu kalimat, satu paragraf, dan lama kelamaan saya yakin anda akan merasa kekurangan waktu untuk menuliskan apa saja yang ada di pikiran anda. Itulah kuncinya. Mulai saja dulu dengan hal-hal yang sederhana. Abaikan dulu Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Singkirkan dulu tata cara penulisan ilmiah/artikel yang baik. Anda tak perlu pusing-pusing mencari referensi. Tuliskan saja apa yang anda rasakan setiap hari, atau apa yang anda alami di kehidupan anda sendiri, di dalam buku Diary anda. Dan, dalam waktu satu bulan, lihat dan bacalah!. Itulah tulisan hebat anda. Tanpa sadar, anda sudah memiliki kebiasaan yang sangat baik, yaitu menulis. Menulis di ‘jaman now’ seperti saat ini bisa juga melalui blog sendiri. Hanya bermodalkan email dan jaringan internet, anda sudah dapat membuat blog. Didalam blog anda dapat membuat tulisan apapun yang bermanfaat sekaligus mempublikasikannya ke berbagai media sosial. Semoga semakin menebar manfaat bagi  banyak orang yang  membaca dari blog kita. Cobalah!
2)        Enyahkan rasa khawatir anda
Anda selalu merasa khawatir saat anda belum mencoba menulis? Anda takut? Tidak percaya diri? “ENYAHKAN SEMUA!”  itulah yang akan selalu menghambat anda untuk mulai membuat satu tulisan. Boro-boro bisa membuat satu essay atau artikel, satu kalimat pun kita tidak akan sanggup untuk memulai jika masih ‘terpenjara’ dalam perasaan-perasaan seperti itu. Menulislah. Mulailah menulis minimal untuk diri anda sendiri. Untuk dibaca oleh anda sendiri, bukan untuk orang lain, apalagi mengirim tulisan ke berbagai  media. Jangan pikirkan itu. Buatlah satu kisah pengalaman yang paling tidak dapat anda lupakan. Setelah itu, bacalah oleh anda. Tentu anda akan  merasakan nostalgia terhadap pengalaman tersebut. Mungkin kisah anda memiliki berbagai rasa. Mulai dari suka, duka, terharu, bangga, lucu, marah, sedih, bingung, dan lain sebagainya. Ketika anda telah berhasil mengenyahkan berbagai rasa khawatir anda untuk menulis, SELAMAT! Andalah pemenangnya. Yap! Anda telah berhasil MENANG atas diri anda sendiri. Tak perlu lagi memikirkan kata orang lain, pandangan orang lain terhadap tulisan anda. Karena anda sedang menulis untuk diri anda sendiri, dan itu sudah lebih dari cukup untuk modal anda membuat tulisan-tulisan berikutnya. Kuy!

3)   Nantikan pahala bola salju
Anda pernah melihat bola salju? Ketika digulingkan dari satu titik awal, itu masih sangat kecil ukurannya. Namun, lihat apa yang terjadi ketika bola salju tersebut terus menerus di gulingkan? Maka bola salju tersebut lama kelamaan akan terus besar, membesar, dan sangat besar. Itulah pahala membuat tulisan, ibarat bola salju yang digulingkan ke seluruh permukaan salju yang ada di dunia ini. Pahalanya akan terus mengalir, bertambah, dan bertambah selama orang yang membaca tulisan kita memahami dan melaksanakan apa yang kita tuliskan. Luar biasa bukan? Saya yakin anda tidak akan mau untuk melewatkan kesempatan emas ini. Entah berapa lama lagi kita hidup di dunia fana ini. Entahlah kita akan wafat dalam kondisi seperti apa. Namun keinginan husnul khotimah di akhir hidup kita tentu menjadi cita-cita bersama. Bukan tidak mungkin, melalui tulisan-tulisan yang coba kita buat, ada orang yang berpaling dari keburukan kepada kebaikan. Mungkin saja, di belahan dunia yang lain, ada seseorang yang membaca tulisan kita, lalu tergugah hatinya, lalu Allah swt memberikan sepenuhnya hidayah dan karuniaNya, dan melaksanakan semua yang kita sarankan melalui tulisan kita. Dan, pahala bola salju merupakan suatu keniscayaan yang akan kita peroleh dari Allah swt, tuhan yang maha penggenggam hati manusia. Tinggal bagaimana kita saat ini meluruskan kembali niat kita. Mulai dari awal, proses , hingga akhir kita dalam suatu projek penulisan. Untuk apa kita menulis? Apakah hanya agar menjadi orang terkenal? Atau menjadi orang yang disebut ‘penggerak literasi’? Atau agar pemimpin/atasan kita lebih memperhatikan kita? Singkirkan semua itu. Luruskan kembali niat kita menulis adalah agar ‘bermanfaat bagi orang lain’. Keyword nya adalah ‘bermanfaat’.  Jadi, ketika memulai membuat satu tulisan, mulailah dengan keyword tersebut. ‘Bermanfaat’ atau tidak ya tulisan ini untuk orang lain?  Jika anda telah menemukan minimal satu manfaat saja, maka lanjutkanlah tulisan anda. Yakinlah anda sudah berada di posisi yang tepat.
4)   Ayo kita pahami manfaatnya
Nah, poin keempat ini sangat berkaitan dengan poin sebelumnya. Jika anda ingin pahala seperti bola salju yang makin lama makin membesar, maka pahami dulu manfaat menulis bagi diri anda. Selanjutnya, buatlah tulisan yang bermanfaat untuk orang lain. Yuk, kita pahami bersama.
4.1 Pengertian menulis
            Menurut Nurjamal dalam Sumirat, Darwis (2011:69) menulis merupakan sebuah keterampilan berbahasa merupakan kemampuan seseorang di dalam mengemukakan sebuah gagasan, perasaan, dan juga pemikiran-pemikiran yang dimiliki kepada orang atau pihak lainnya dengan menggunakan sebuah media tulisan.
4.2 Manfaat menulis
Menurut Horiston dalam Darmadi (1996:3-4) di antaranya yaitu :
a)   Kegiatan menulis ialah sebagai sarana untuk dapat menemukan sesuatu, di dalam artian bisa mengangkat ide dan juga informasi yang ada pada alam bawah sadar diri kita.
b)   Kegiatan menulis bisa memunculkan sebuah ide baru.
c)    Kegiatan menulis bisa melatih kemampuan mengorganisasi dan juga menjernihkan berbagai konsep  ataupun ide yang kita miliki.
d)   Kegiatan menulis bisa melatih sikap objektif yang ada di diri seseorang.
e)   Kegiatan menulis bisa membantu diri kita supaya berlatih memecahkan beberapa masalah sekaligus.
f)     Kegiatan menulis di dalam sebuah bidang ilmu akan memungkinkan kita supaya menjadi aktif dan juga tidak hanya menjadi penerima informasi.
Komaidi (2007:12) menyebutkan beberapa manfaat dari aktivitas menulis sebagai berikut :
a)   Kalau kita ingin menulis pasti menimbulkan rasa ingin tahu (curiocity) dan melatih kepekaan dalam melihat realitas di sekitar. Kepekaan dalam melihat suatu realitas lingkungan itulah yang kadang tidak dimiliki oleh orang yang bukan penulis.
b)   Dengan kegiatan menulis mendorong kita untuk mencari referensi seperti buku, majalah, koran, jurnal, dan sejenisnya. Dengan membaca referensi-referensi tersebut tentu kita akan semakin bertambah wawasan dan pengetahuan kita tentang apa yang akan kita tulis.
c)    Dengan aktivitas menulis, kita terlatih untuk menyusun pemikiran dan argumen kita secara runtut, sistematis, dan logis.
d)   Dengan menulis secara psikologis akan mengurangi tingkat ketegangan dan stress kita. Segala uneg-uneg, rasa senang, atau sedih bisa ditumpahkan lewat tulisan. Orang bisa bebas menulis tanpa diganggu atau diketahui oleh orang lain.

     Luar biasa bukan? Dengan memahami makna PENA dalam tulisan ini (Pastikan anda terbiasa menulis; Enyahkan rasa khawatir anda; Nantikan pahala bola salju ; Ayo kita pahami manfaatnya) maka anda telah memiliki cukup modal untuk mulai menulis. Semoga Allah swt senantiasa meridhoi segala daya upaya kita untuk mencapai suatu kebaikan dan bermanfaat bagi diri kita dan juga orang lain. Mari berjihad dengan PENA. #salamliterasi

  
Referensi :
https://kyaicilik.wordpress.com. Keutamaan meulis ilmu. Diunduh tgl 26 des 2017 pkl 21.27
www.spengetahuan.com. Pengertian menulis dan manfaat menulis menurut para ahli lengkap. Diunduh tgl 27 des pkl 20.49
https://kbbi.web.id. Arti kata Jihad: Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Diuduh tanggal 30 des 2017 pkl 21.00


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Koleksi Gubahan Lagu - Ilmu Tajwid

NURUL vs FIKRI - Cerpen anak seri karakter Disiplin & Bertanggung Jawab

6 MUTIARA GURU SIT ZAMAN NOW